Leadership is Action, Not Positon

Leadership

Siapapun kita. Apapun posisi atau jabatan kita di kantor. Dalam kehidupan kita akan menemukan diri kita dalam posisi yang menjadikan kita seorang pemimpin. Mungkin kita menjadi pemimpin di sebuah perkumpulan di rumah, di tempat ibadah, atau sampai memimpin sebuah organisasi internasional. Bahkan banyak dari kita, sebagai orang tua merupakan sebuah tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.

Seperti judul di atas, kepemimpinan bukanlah tentang ‘posisi’ tapi adalah tentang tindakan. Ini lebih kepada kita, tindakan dan perbuatan kita, bagaimana kita mengambil keputusan, bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita mau mendengarkan orang lain, dan juga bagaimana kita siap menerima tanggung atas tindakan kita. Sebagai pemimpin, kita harus menyadari bahwa setiap tindakan adalah refleksi dari karakter kita, integritas kita dan kemampuan kita untuk menjadi manusia mulia.

Pada kenyataannya, kita semua memiliki peran kepemimpinan. Masing-masing dari kita harus membuat pilihan tentang bagaimana kita akan memimpin kehidupan kita. Bagaimana kita akan hidup? Apa pilihan yang akan kita buat? Bagaimana kita memperlakukan orang lain dan akan kami berusaha untuk membantu mereka yang kurang beruntung dari kita?  Pikirkan diri kita sebagai pemimpin. Luangkan waktu untuk berpikir melalui keputusan-keputusan dan tindakan kita, dan yang paling penting, do the right thing.

 

[kutipan]

 

Iklan

harapan dari dunia untuk obama

obama2Pengennya sih gak ngomongin lagi tentang Obama, tapi setiap saat browsing pasti selalu menemukan sesuatu yang menarik tentang beliau. Berikut beberapa petikan yang saya peroleh dari blog mas teguh santosa dari pemimpin-pemimpin besar di dunia yang memberikan tanggapan mengenai kemenangan Obama dalam pemilu AS baru2 ini..

ADA yang memuji setinggi langit. Ada juga yang berkata, “yang kita butuhkan adalah perubahan kebijakan luar negeri Amerika.”

Presiden Amerika George W. Bush
Tuan Presiden Terpilih, selamat. Sungguh malam yang luar biasa bagi Anda, keluarga Anda dan seluruh pendukung Anda. Saya berjanji akan menciptakan transisi yang mulus. Anda akan memasuki sebuah perjalanan yang luar bisa dalam hidup Anda. Selamat, dan go enjoy yourself.

Kandidat Presiden dari Partai Republik, John McCain
Kita telah tiba di akhir sebuah perjalanan yang panjang. Rakyat Amerika telah berkata, dan mereka berkata dengan sangat jelas. Kampanye ini merupakan sebuah kehormatan di dalam kehidupan saya. Hati saya dipenuhi perasaan terimakasih atas semua pengalaman selama ini, juga terima kasih kepada rakyat Amerika yang telah bersedia mendengarkan saya sebelum memutuskan memilih Senator Obama dan teman lama saya Senator Joe Biden.

Baca lebih lanjut

Know-How: 8 Keterampilan yang Menjadi Ciri Pemimpin Sukses

Judul Buku: 8 Keterampilan yang Menjadi Ciri Pemimpin Sukses
Pengarang: Ram Charan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007
Jumlah halaman: 274
Penulis Resensi: Sri Marlina

Dunia mengenalnya sebagai tempat bertanya bagi para CEO perusahaan terkemuka. Sebut saja General Electric, DuPont, Verizon, The Home Depot, KLM, Thomson Corporation, dan banyak lainnya. Berbagai majalah bisnis internasional pun berebut melekatkan julukan padanya. Fortune menyebutnya sebagai The Most Influential Consultant. Majalah Newsweek menulis tentangnya dalam artikel berjudul “Why do CEO’s Love Him?”. Bahkan, Businees Week memasukkannya sebagai 10 narasumber utama program in-house executive development bagi perusahaan besar kelas global.
Dr. Ram Charan, seorang konsultan bisnis wahid, dilahirkan 68 tahun yang lalu di Uttar Pradesh–negara bagian sebelah utara India. Penulis buku Leaders at All Level dan What the CEO Wants You to Know serta co-author buku laris Execution ini dikagumi oleh para pelaku dan pengamat bisnis karena kepraktisannya dalam memecahkan masalah-masalah mereka. Berbeda dengan kebanyakan konsultan yang mengkhotbahi dengan presentasi lengkap power point, Ram Charan dikenal karena metode “wise man”-nya dimana ia akan lebih banyak meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan CEO dan para manajemen lini perusahaan. Ia akan merendam egonya, bertanya kepada mereka dan berusaha membawa para manajer ini sampai akhirnya menemukan “aha-moment” mereka sendiri.

Dalam bukunya Know How ini, Ram mengemukakan teori besar mengenai kepemimpinan, yaitu keahlian yang dimiliki oleh orang-orang yang mengetahui persis apa yang mereka lakukan.

Secara garis besar, kedelapan butir “know-how” adalah:

1. Positioning (dan bila perlu, repositioning) bisnis dengan fokus pada ide utama yang memenuhi unsur apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan apa yang menghasilkan uang.
2. Menyimpulkan dengan mengidentifikasi pola perubahan eksternal selangkah di depan dari orang lain.
3. Membentuk budaya kerja dengan cara menjadi pemimpin dalam sistem sosial perusahaan.
4. Memberi penilaian terhadap orang lain dengan cara mengenal keseluruhan dari dirinya atau kepribadiannya.
5. Membentuk orang-orang yang berenergi tinggi, berpengaruh dan berego besar menjadi sebuah tim kerja pemimpin dimana nilai mereka lebih tinggi dibandingkan jumlah keseluruhan mereka
6. Tahu akan arah bisnis yang ingin dituju dengan mengembangkan tujuan yang menyeimbangkan potensi bisnis dengan pencapaian nyatanya.
7. Menetapkan prioritas utama dan jelas sebagai road map dalam mencapai tujuan bisnis.
8. Menangani tekanan sosial yang timbul melampaui kegiatan ekonomi perusahaan dengan cara positif dan kreatif.

Buku ini dibagi menjadi 9 bagian utama. Bagian pertama mengulas inti pemimpin yang sukses, bagian kedua mengenai bagaimana melakukan positioning dan repositioning bisnis untuk menghasilkan uang, bagian ketiga dan keempat membahas untuk menyimpulkan dan mengidentifikasi dan menindaklanjuti pola perubahan eksternal yang bermunculan sambil membuat orang bekerjasama dengan mengelola sistem sosial bisnis kita.

Bagian kelima menceritakan cara pemimpin dibuat, kemudian membentuk tim pemimpin setelah itu menentukan dan menetapkan target yang telah dicapai dibahas di bagian keenam dan ketujuh. Dua bagian terakhir mengulas tuntas mengenai pentingnya menetapkan prioritas utama yang setajam laser serta bagaimana menangani kekuatan sosial yang beredar di luar pasar.

Pada halaman akhir masing-masing bagian, Ram memudahkan pembacanya dengan menyimpulkan inti dari masing-masing pembahasan. Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika Ram menulis surat untuk pemimpin masa depan serta merangkum butir-butir delapan Know-How dan karakter pribadi yang dapat membantu atau sebaliknya menghalangi Know-How, yang disajikan di bagian akhir buku ini. Ditulis dengan gaya yang lugas dan bahasa yang mudah untuk dimengerti pembacanya, buku ini sesuai untuk mereka yang sedang belajar menjadi pemimpin.

Pendek kata, “know-how” adalah missing link dalam kepemimpinan. Tidak diragukan lagi kecerdasan bahwa visi dan kemampuan berkomunikasi itu penting, namun ada sesuatu yang besar hilang di situ –apakah itu? Jawabnya, Know-How dalam menjalankan perusahaan, yakni kapasitas untuk menjalankan dalam arah yang benar, melakukan hal yang benar, mengambil keputusan yang benar, memberikan hasil dan meninggalkan orang-orang dan perusahaannya lebih baik dari kondisi sebelumnya. Ram Charan memberikan gambaran lengkap, dengan cara yang inovatif, para pemimpin yang sukses di abad ke-21 ini kepada kita semua. Ditunjukkan saling keterkaitan antara delapan butir know-how dalam berinteraksi dengan –dan memperkuat– karakter baik pribadi maupun psikologis.