Gibran Aravi Bhamakerti

More than 3 years. Hibernasi.

Gibran Aravi Bhamakerti

Gibran Aravi Bhamakerti

Liat posting terakhir ternyata adalah pada tanggal 25 Desember 2011. Lama bingiiits. Cuma kayaknya sekarang saya pun harus dipaksa menulis. Kenapa? karena istri saya baru saja melahirkan putra kedua lagi. Yey. Trus kenapa harus dipaksa menulis? Karena pada saat kelahiran putra pertama saya dituangkan kisah nya di blog ini. Akan terlihat kurang adil jika saya tidak menceritakan tentang kelahiran putra kedua ini. 🙂

Singkat cerita Gibran kecil lahir pada tanggal 02 November 2014 pukul 08.17 WIB di RS Hermina Jatinegara. Lahir dengan berat badan 3515 gr dengan panjang 50cm dengan proses sectio. Banyak yang bertanya kenapa gak di Hermina Galaxy aja kayaknya kakaknya dulu. Well, ini sudah menjadi pembicaraan dengan istri kalau untuk anak kedua memang pengen dipegang oleh sang dokter favorit dr. Aria Wibawa, S.POG yang tersohor itu. Hahha. Prinsipnya saya sih sebenernya siapapun dokternya, yang penting sang istri menjalankan proses kehamilan dan kelahirannya tenang, dan bayinya pun sehat. sip.

Sedikit tambahan usia kehamilan waktu itu sudah mencapai 40 weeks namun belum ada tanda-tanda si kecil ingin keluar, maka opsi sectio ini terpaksa harus diambil. Karena, dengan kondisi pernah sectio pada kelahiran pertama, maka tindakan induksi normal akan sulit dilakukan. Dan sang dokter memberikan waktu satu minggu untuk mengambil keputusan kapan proses sectio ini harus dilakukan. Semua orang tua selalu berusaha mencari yang terbaik untuk anaknya, jadilah kita mencari informasi mencari tanggal-tanggal “cantik” dari berbagai versi, mulai dari kalendar jawa, itung-itungan weton, sampai nanya rekomendasi bos yang keturunan Hongkong. Hihihi.

Baca lebih lanjut

Ada Bambu Melengkung (Lagi)

maya - indra

Lokasi : Pantai Romodong, Belinyu - Bangka

Gak kerasa udah satu taun lalu pernah posting tentang Bambu Melengkung dan sekarang kayaknya mau cerita lagi nih tentang bambu melengkung (lagi…?). Tahun lalu di rumah sibuk sang ibu sibuk mengekplorasi sekeliling komplek demi mencari sebuah bambu melengkung untuk lampion menyambut 17 agustus-an.

Tahun ini ada yang lain.. ya iya lah bambu melengkungnya udah disimpen di gudang dari satu tahun yang lalu jadi sekarang gak ribet lagi deh tuh buat nyari bambu lagi. Tahun ini disamping bambu melengkung buat lampion ada bambu lain yang melengkung juga (loh?).. Bambu ini bukan buat lampion tapi dihiasi dengan janur kuning. 🙂

Baca lebih lanjut

sekilas tentang indra

Terlahir dengan nama lengkap indra hadi saputro, dilahirkan 03 Juni 1982. Dengan latar belakang keluarga yang berprofesi sebagai dokter gigi ini — ayahnya Hadi Sukendar (alm) dan Ibu Siti Rochwani — tidak menjadi Indra Hadi Saputro berkeinginan untuk menjadi seorang dokter gigi.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masa kecilnya dilewati dengan mengikuti pendidikan di SD – SMP Al-Azhar Jakapermai Bekasi. Kemudian masa SMU dilanjutkan di SMUN 81 Jakarta.

Masa kuliah dilanjutkan Indra di Semarang dengan mengambil jurusan Teknik Industri Universitas Diponegoro. Lulus tahun 2004, kemudian mencoba kembali ke Jakarta mencari pengalaman bekerja. Pengalaman kerja perta dilalui di PT Pratama Abadi Industri — sebuah pabrik sepatu di kawasan Serpong sebagai Industrial Engineer — kemudian tak berselang lama pindah ke PT Indomobil Trada Nasional — sebuah perusahaan otomotif dengan merek dagang Nissan — setelah 2 tahun mencari pengalaman akhirnya memutuskan kembali untuk pindah ke PT Rekayasa Industri — sebuah perusahaan Engineering & Construction — sebagai Knowledge Management Staff.