Jangan takut buat gagal lagi (dan lagi..)

Success Rate 100% means you're not doing anything new.

Success Rate 100% means you’re not doing anything new.

Konon banyak perusahaan besar yang sangat memahami kegagalan karyawannya. Karena mereka beranggapan inovasi akan hadir dari setiap kegagalan yang ada.

Dengan success rate 100% berarti kita tidak melakukan sesuatu yang baru.

Tapi memang gak sedikit juga perusahaan yang tidak mau menerima kesalahan ataupun kegagalan karyawannya. Apalagi kegagalan yang kita lakukan memberikan financial impact yang cukup besar buat perusahaan. Trus apa yang harus kita lakukan sebagai karyawan kroco ini? Diam saja dan tidak berani melakukan sesuatu yang baru? atau tetap mencoba memberikan inovasi-inovasi dengan siap menerima resiko terburuk?….

Baca lebih lanjut

Indonesia Salary Guide 2011/2012

Ilustrasi - Salary Survey

Sebuah lembaga konsultan HR – Kelly Services telah melakukan salary survei di Indonesia untuk mengetahui range salary yang dapat dijadikan sebagai patokan atau standar bagi perusahaan-perusahaan dalam menerapkan kebijakan sistem remunerasinya untuk tahun 2011/2012

Kelly Services telah melakukan salary survey ini di Indonesia sejak tahun 2006. Adapun lingkup survei yang dilakukan oleh lembaga ini mencakup beberapa bidang antara lain Banking and Finance, Call Center, Engineering and Technical, Information Technology, Logistic and Warehousing, Office Support, dan Sales and Marketing.

Mungkin buat yang tertarik bisa lihat apakah benefit yang selama ini kamu terima di posisi pekerjaan saat ini apakah masih dalam range atau bahkan lebih.. Bisa jadi bekal buat nego dengan atasan mengenai kebijakan remunerasi buat tahun depan.. atau buat modal pegangan buat ngelamar2 ke tempat lain.. hehe..

file format pdf dapat didownload langsung pada link di bawah ini.. monggoo..

Kelly Services – Indonesia Salary Guide 2011/12

PHK sebuah solusi atau masalah baru?

wrong_terminate1Mungkin sudah menjadi suatu fenomena yang biasa terjadi bagi perusahaan-perusahaan yang ada saat ini apabila menghadapi suatu kondisi krisis seperti sekarang. Maka beberapa kebijakan Cost Reduction yang menyangkut masalah keuangan pun bermunculan.

Biasanya pihak manajemen melakukan langkah-langkah pengurangan biaya difokuskan kepada biaya operasional di mana di dalamnya juga tercantum biaya karyawan. Bahkan opsi yang lebih ekstrim lagi adalah melakukan pengurangan karyawan.

Hasilnya dalam jangka pendek mungkin akan terlihat signifikan, misalnya akhir tahun 2008, akan sangat terasa. Angka metriks dan rasio keuangan bisa dikelola dengan baik. Persediaan terjaga dengan baik. Piutang mampu dikelola dengan prima. Siklus operasi terjaga bagus. Pokoknya, buku perusahaan tampil dengan baik walau krisis melanda.

Lalu benarkah demikian? Apakah bisnis hanya sekedar angka tanpa mendeskripsikan proses bagaimana angka itu terjadi. Dan bagaimana pula implikasinya pada jangka menengah dan panjang ?

Baca lebih lanjut

semuanya buruk kecuali saya

huh.. tau apa sih kamu?.. baru anak kemaren sore aja..

kamu bisa apa? katanya paling pinter..

kenapa juga sih harus kayak gini.. emang pake cara yang dulu kenapa??!

lain kali makanya nanya dulu.. jangan sok tau.. saya kan dah lama disini..

denial1berpikir pendek.. konservatif.. setiap ada perubahan dinilai pembangkangan.. setiap usulan dinilai ketidakpatuhan terhadap peraturan.. selalu saja semua dilihat dari sudut pandang negatif.. mungkin ini kali ya suatu kondisi penolakan terhadap perubahan kalo istilah di change management ini namanya ada di fase resistensi.. mereka selalu merasa paling benar.. mereka mudah sakit hati.. mereka akan mengeluh.. mereka akan mempertanyakan..

memang kita sebagai manusia bila sudah berada dalam posisi yang tingkat kenyamanannya level tinggi pasti selalu merasa sistem yang sudah ada.. atau kondisi yang dijalani sudah sempurna.. hidup terasa indah.. tanpa sadar sebelumnya kalau mereka masih bisa melompat jauh lebih tinggi dari saat ini.. kalo di novel 5cm diibaratkan manusia itu sudah terlalu nyaman tinggal di dalam gua.. dan terlalu takut keluar.. padahal di luar sana banyak hal indah yang bisa kita raih..

Baca lebih lanjut

Pengembangan Karyawan – Identifikasi Kebutuhan

principle-person1Ada anggapan bahwa “jika ingin perusahaan besar.. maka pintar-kan lah karyawannya”.. Nah untuk mengembangkan karyawan ini ada beberapa langkah2 perusahaan yang dapat dilakukan. Tapi perlu diingat, masalah “memintarkan” karyawan ini bukan lah semata-mata tanggung jawab dari HRD-Training Dept semata tapi juga harus mendapatkan dukungan penuh dari pihak manajeman dan seluruh departemen yang ada.

Langkah ideal yang dapat dilakukan adalah melakukan analisis kebutuhan. Di mana di sini kita melakukan proses identifikasi kebutuhan mengenai pengembangan yang paling cocok bagi seorang karyawan. Hal yang mudah dilakukan adalah dengan cara melakukan evaluasi ataupun obeservasi dari atasan masing-masing. Namun, metode ini memiliki kelemahan di mana faktor subjektifitas atasan dalam melakukan penilaian dapat membuat bias arah pengembangan yang paling cocok untuk karyawan tersebut.

Metode lain yang dapat digunakan untuk identifikasi kebutuhan pengembangan adalah dengan menggunakan Assessmen terhadap seluruh karyawan sehingga data yang diperoleh dapat secara valid dari tiap2 individu. Metode ini cukup efektif walaupun dalam pelaksanaannya terasa kurang praktis.

Baca lebih lanjut

Training, Karyawan Pintar Perusahaan Untung-kah?

j0433088Setiap tahunnya banyak perusahaan yang sudah mengalokasikan budget yang cukup besar untuk kegiatan pelatihan bagi karyawan2nya. Namun yang terjadi kebanyakan training dilakukan hanya dengan mengundang karyawan tersebut training dan tidak ada langkah-langkah sistematis pasca kegiatan training tersebut dilakukan.

Perusahaan-perusahaan sudah merasa selesai melakukan tugasnya dengan telah melakukan training need analysis (TNA) lalu melakukan event training tersebut. Lantas bagaimana dengan evaluasi pelatihan? Beberapa perusahaan di Indonesia masih melakukan pendekatan evaluasi pelatihan berdasarkan reaksi karyawan tersebut pada saat melakukan pelatihan, bagaimana materinya, bagaimana performance trainernya, akan tetapi data-data tersebut hanya menjadi kepentingan administrasi semata tanpa ada tindak lanjut lagi.

Oleh karena itu, tindak lanjut dari pelaksanaan training memang perlu dilakukan karena dari beberapa penelitian tanpa adanya tindak lanjut biasanya dalam 3-4 bulan karyawan akan lupa terhadap materi yang telah disampaikan sebelumnya. Bagaimana tindak lanjut yang paling ideal terhadap pelaksanaan training?

Baca lebih lanjut

referensi training room

dsc00073suatu hari sempat berkunjung ke Kalbe Nutrition, salah satu perusahaan nutrisi di daerah sunter jakarta utara.. di sana saya diberi kesempatan untuk mengunjungi fasilitas training room mereka.. wah kesan pertama adalah takjub.. ruangannya tidak terlalu besar dengan kapasitas maksimal 20 – 30 orang.. tapi kesan yang dirasakan adalah rasa nyaman berada di sana dan sepertinya tidak bakal bosan mendengarkan materi training berjam2..

ruangan ini memang dikhususkan untuk training room.. jadi layout nya membentuk letter U dan boleh dibilang fixed sehingga sulit diubah.. dengan mengangkat tema modern dan minimalis.. ruangannya dominan berwarna hijau muda terang.. tapi tidak memberikan kesan norak sama sekali.. justru lebih memberikan aura bersemangat untuk mengikuti event training yang diberikan.. di salah satu sisinya disediakan beberapa unit komputer yang memang disediakan untuk video learning atau training yang berbasis komputer..

dsc00075memang layout training room bukanlah suatu jaminan utama bahwa proses learning development suatu perusahaan akan berjalan efektif atau tidak.. tapi menurut saya dengan memberikan kenyamanan dan kelengkapan fasilitas untuk kegiatan training secara tidak langsung akan memberikan dorongan tersendiri bagi karyawan dalam menjalani training tersebut..

Baca lebih lanjut