Darah Tali Pusat (Stem Cell) perlukah disimpan?

Posted on Updated on

Kemarin sore saya dapat telepon menawarkan jasa penyimpanan darah tali pusat (stem cell) yang diklaim bahwa di dalam darah tali pusat terdapat sel-sel yang serupa dengan sel-sel yang terdapat pada sumsum tulang belakang. Sel-sel tersebut bisa membantu terapi lebih dari 80 jenis penyakit seperti Leukimia, Thalasemia, Sickle Cell, dan Kanker Payudara, dan 40 jenis penyakit lainnya seperti Diabetes, Alzheimer, Stroke, dan Cerebral Palsy (cacat otak) sedang dalam tahap uji Klinis. Proses pengambilan sel-sel tersebut hanya dapat diambil pada proses persalinan dengan aman, tidak sakit dan bebas resiko.

…di dalam darah tali pusat terdapat sel-sel yang serupa dengan sel-sel yang terdapat pada sumsum tulang belakang. Sel-sel tersebut bisa membantu terapi lebih dari 80 jenis penyakit…

Saya coba share apa yang saya dapet dari hasil browsing tentang Stem Cell..

Apa itu Stem Cell

Stem cell—disebut sebagai sel tunas, sel punca atau sel batang—merupakan sel induk yang dapat menghasilkan dua ratusan lebih sel lain yang dapat menggantikan, memperbaiki atau memperbaharui beberapa bagian tubuh manusia yang rusak. Sel ini belum terdiferensiasi, atau bahasa mudahnya sel murni sehingga masih bisa menjadi sel yang membentuk organ apapun.

Kemampuan bertransplantasi inilah yang menurut para peneliti sangat bermanfaat. Penelitian sudah berjalan sejak tahun 1960 dan dilakukan oleh ilmuwan asal Kanada, Ernest A. McCulloh dan James E. Till. Tujuan mereka, selain untuk riset kesehatan sekaligus penemuan baru yang mereka harap akan terus dikembangkan oleh generasi selanjutnya.

Sejarah Transplantasi Stem Cell

Pada tahun 1970-an, para peneliti menemukan bahwa darah plasenta manusia mengandung sel induk yang sama dengan sel induk yang ditemukan dalam sumsum tulang. Karena sel induk dari sumsum tulang telah berhasil mengobati pasien-pasien dengan penyakit-penyakit kelainan darah yang mengancam jiwa seperti leukemia dan gangguan-gangguan sistem kekebalan tubuh, maka para peneliti percaya bahwa mereka juga dapat menggunakan sel induk dari darah tali pusat untuk menyelamatkan jiwa pasien mereka.

Darah tali pusat mengandung sejumlah sel induk yang bermakna dan memiliki keunggulan di atas transplantasi sel induk dari sumsum tulang atau dari darah tepi bagi pasien-pasien tertentu.Transplantasi sel induk dari darah tali pusat telah mengubah bahan sisa dari proses kelahiran menjadi sebuah sumber yang dapat menyelamatkan jiwa.

Transplantasi sel induk darah tali pusat pertama kali dilakukan di Perancis pada penderita anemia Fanconi tahun 1988. Pada tahun 1991, darah tali pusat ditransplantasikan pada penderita Chronic Myelogenous Leukemia.Kedua transplantasi ini berhasil dengan baik. Sampai saat ini telah dilakukan kira-kira 3.000 transplantasi darah tali pusat.

Manfaat Stem Cell

Para peneliti percaya bahwa pengembangan stem cell dapat mengobati beragam penyakit degeneratif, seperti kanker, parkinson, alzheimer, kerusakan syaraf belakang, diabetes, stroke, jantung dan ginjal. Serta luka bakar. Bahkan bisa lebih banyak lagi penyakit yang dapat diupayakan penyembuhannya. Lepas dari pro dan kontra, stem cell merupakan salah satu penemuan teknologi yang menurut para peneliti medis di Amerika akan terus dikembangkan.

Prosedur pengambilan darah tali pusat dikerjakan  secara aman dan cepat . Tidak sakit bagi ibu dan bayi . Di lakukan oleh dokter pada waktu persalinan normal maupun melalui operasi caesarea. Sel induk darah tali pusat pasti cocok untuk bayi anda . Dengan menyimpan darah tali pusat bayi anda , anda telah menyiapkan sumber sel induk yang berhubungan dengan genetik yang siap dipakai untuk sasudara kandung dan anggota keluarga lainnya . Kemungkinan cocok antar saudara kandung bayi sd 75 % dan untuk orang tua bayi sd 50 % .

Bank Stem Cell di Indonesia

Bank penyimpanan darah tali pusat pertama di Indonesia diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari pada tanggal 14 Oktober 2006. Bank ini beroperasi di Indonesia atas kerja sama PT. Kalbe Farma dan PT. CordLife, perusahaan Singapura yang bergerak di penyimpanan darah tali pusat. Bank ini berdiri karena permintaan masyarakat Indonesia untuk menyimpan darah tali pusat bayinya semakin banyak.

Biaya untuk pengambilan darah, pemrosesan, dan penyimpanan tahun pertama di bank darah tali pusat Indonesia yaitu Rp. 9.000.000,00. Sedangkan untuk penyimpanan tahun berikutnya, tarif yang ditetapkan adalah Rp.1.250.000,00 per tahunnya. Menurut CEO Group CordLife, Steven Fang, harga tersebut lebih murah dibandingkan dengan menyimpan di luar negeri karena tidak termasuk dana pengiriman. Di Singapura misalnya, untuk proses awal dibebankan biaya 2.000 dolar Singapura dan 250 dolar Singapura per tahun untuk penyimpanan tahun selanjutnya. (info kurs 1 dolar singapura per 13 April 2010 = Rp.6.500,00). Kapasitas penyimpanan bank ini terbatas hanya untuk 30.000 unit darah tali pusat dengan kapasitas masing-masing 22,5 mililiter per unit.

…. menjaga kesehatan adalah yang terpenting, namun jika mampu untuk mencoba jasa penyimpanan stem cell akan lebih baik…

dari berbagai sumber

8 pemikiran pada “Darah Tali Pusat (Stem Cell) perlukah disimpan?

    Kautsar berkata:
    Desember 15, 2010 pukul 9:31 pm

    infonya menarik, tapi kenapa ya kurang tertarik menyimpan darah tali pusat??

    Indra Hadi responded:
    Desember 15, 2010 pukul 9:42 pm

    iya betul.. saya pribadi juga kurang tertarik dan belum kepikir untuk menggunakan jasa itu.. aroma komersil nya masih kental tidak sebanding dengan manfaatnya.. mungkin suatu saat kali ya..

    gitty berkata:
    Desember 17, 2010 pukul 11:02 am

    Wah ndri, bagus banget nih infonya. Tertarik banget sebenernya, cuma agak ragu sama tenaga dan fasilitas kesehatan di Indon apakah bener bisa memanfaatkan si darah yang udah mihil2 gue simpen pada saatnya nanti gw perluin? :)

    emisiania berkata:
    Januari 20, 2012 pukul 7:41 pm

    boleh juga infox,,,,biar indonesia bisa menyelmtkan byk penykit autoimun.

    lisna berkata:
    Juni 4, 2012 pukul 6:14 pm

    Aslinya……….sy br tau msLh ini,
    Tapiiiiii……klo u/penyimpanan aja mahal,dan kmrn aja Zalfa (putri kdua sy) abis hampir 300jt u/prwtn ϑi NICU….(Dan masih nunggak ±40jt)
    Zalfa skr kena CP (cerebral palsy) dan sy br tau stlh zalfa b’umur 9bln
    Krn dsa yg handle zalfa tdk blg dr awal,mgkin,klo tau dr awal,mungkin darah tali pusat g akan ϑi buang/di bersihkan sblm ϑi kubur,mgkin akan sy sisihkan,dan minta injeksi lgsung k Zalfa saat bayi (lhr 27mnggu,1.445gr)
    Smoga hal medis sperti ini tdk ϑi mahalkan,krn….sperti sy,yg bsuamikan polisi tak mempunyai AskES,,jamsostek,bahkan RS polri pun tak pny fasilitas NICU,jd terpaksa…ϑi RS swasta lain…
    Bharap ªϑå solusi baik u/anak2 yg CP sperti zalfa….kasian jg,1th blm bs apa2,t’utama matanya…..(⌣̩_⌣)

    Indra Hadi responded:
    Agustus 13, 2012 pukul 9:19 pm

    Dear mbak lisna. Ikut sedih dengan pengalaman Zalfa. Semoga ayah bunda nya selalu diberikan kemudahan. Saya setuju knapa hal yg terkait medis tidak harus dimahalkan. Semoga pemerintah bs lebih peduli untuk masalah ini ke depannya.

    eni kusmawati berkata:
    Agustus 22, 2012 pukul 6:43 am

    untuk mbak lisna,saya ada makanan kusus sel mbak yang lebih murah dan insyaallah berguna untuk membantu zalfa..kalo maau share bisa tlp saya 08158244179.tq

    Ethel T. Contreras berkata:
    November 15, 2013 pukul 8:49 pm

    Si penderma tidak perlu memasuki hospital untuk menjalani prosedur pendermaan. Pergerakan sel stem memerlukan ubat misalnya, cyclophospamida dan G-CSF (untuk penderma darah periferal) dan ubat bius untuk penderma sum-sum tulang. Selain itu, transplantasi darah tali pusat juga mempunyai risiko yang lebih rendah untuk menyebabkan penyakit graft versus host.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s