Perencanaan Keuangan : Tujuan Lo Apa? Butuh atau Pengen?

Financial Planning

Jujur dari dulu saya termasuk orang yang tidak pandai dalam melakukan perencanaan keuangan. Boleh dibilang sangat berantakan. Beruntung di perusahaan saya saat ini – yang kebetulan saya sempat menghandle urusan training and development, sering kali mengadakan training-training yang bertemakan Financial Planning, pemikiran saya jadi jauh terbuka dan mulai belajar ‘merapikan’ sedikit demi sedikit kekacauan financial saya selama ini.

Sudah beberapa kali event training yang bertemakan Financial Planning ini diadakan mulai dari memanggil Safir Senduk, Ahmad Gozali sampai dengan Tujuan Lo Apa-nya Ligwina Hananto. Inti sharing pengetahuan yang disampaikan semua Financial Planner ini sebenarnya sama, dan simple yaitu bagaimana mengatur keuangan kita secara bijak. Udah itu aja. Gimana caranya? Nah itu yang mungkin penyampaiannya berbeda-beda.

Dari apa yang sudah diajarin oleh mereka-mereka ini, saya akan coba ambil poin-poin yang saya anggep penting (yang saya ingat lebih tepatnya..) dan semoga bisa ngebuka pemikiran kita kalo perencanaan keuangan itu tidak serumit yang dibayangin.. walau memang ngejalaninnya banyak godaan. 

Tentukan Tujuan Keuangan (Financial Goal)

Pertama, kita harus menentukan tujuan keuangan kita terlebih dahulu. Tujuan keuangan itu apa? Yah simpel aja sih tujuan yang ingin kita capai dalam kurun waktu tertentu dimana dalam pencapaiannya membutuhkan persiapan keuangan.Misalnya nih.. dalam 3 tahun ke depan sudah harus punya mobil sendiri, atau 5 tahun lagi sudah bisa punya apartemen. Atau lebih simpel lagi tahun depan pengen ke Hong Kong. engan telah mengetahui tujuan keuangan kita, maka kita bisa membuat rencana keuangan kita.

Menentukan tujuan keuangan meruapakan sebuah poin penting sebagai awal kita membuat perencanaan keuangan

Financial Check Up

Financial Check Up dibutuhkan buat kita untuk mengetahui peta kekuatan financial kita. Dengan melakukan Financial Check Up ini kita bisa mengetahui pos-pos pengeluaran rutin kita. Dan kita juga dapat mengetahui kira-kira pos-pos mana yang harus kita kurangi atau kita tambah lagi untuk mencapai tujuan keuangan kita seperti yang kita inginkan pada poin pertama tadi. Ligwina Hananto melalui website www.tujuanloapa.com memberikan fasilitas free untuk melakukan financial check up ini. Silakan klik disini.

Financial Check Up merupakan alat ukur penting untuk mengetahui peta kekuatan finansial kita untuk mencapai Financial Goal

Sebagai referensi, kondisi financial yang ideal adalah cukup melihat dari dua item saja, yaitu saving rate dan juga debt service ratio. Saving Rate adalah kemampuan kita untuk menyimpan uang kita per bulan untuk ditabung atau diinvestasikan. Sedangkan Debt Service Ratio adalah besaran uang yang kita keluarkan per bulannya untuk membayar cicilan hutang.

Saving Rate yang ideal adalah kita harus menyisihkan pendapatan kita per bulannya sebesar 10 – 30%. Sedangkan Debt Service Ratio yang ideal adalah kita diperbolehkan untuk mencicil hutang maksimal sebesar 30%.

Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Untuk mencapai Financial Goal kita, hampir dipastikan dengan pendapatan rutin kita tiap bulannya akan sangat sulit tercapai atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapainya. Oleh karena itu, kita perlu mendapatkan penghasilan tambahan.

Sebenarnya ada beberapa macam hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh penghasilan tambahan seperti misalnya bekerja sendiri mengandalkan keahlian yang kita miliki, berwirausaha, atau yang terakhir adalah berinvestasi. Saya mencoba memfokuskan pada yang terakhir yaitu berinvestasi, karena saya rasa ini adalah hal yang paling mungkin dilakukan pagi karyawan kantoran.

Mengenal Reksa Dana

Investasi memang bermacam-macam, namun sebagian besar financial planner merekomendasikan reksa dana. Sebenarnya apa itu Reksa Dana? Menurut Safir Senduk, Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama), dan investasi ini dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Perusahaan manajemen investasi adalah perusahaan yang kerjanya mengelola investasi nasabahnya.

Sebagai contoh, ada investor A, B, C, D, dan E masing-masing memiliki uang berbeda-beda dan memutuskan untuk melakukan investasi secara bersama-sama. Di sini, mereka bisa menggabungkan semua uang yang mereka miliki untuk diserahkan pengelolaan investasinya pada sebuah perusahaan manajemen investasi.

Nantinya, apabila investasi itu memberikan keuntungan, katakan sebesar 15% dalam setahun, maka masing-masing dari investor tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besarnya sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan. Tapi bila investasi itu merugi, tentu saja masing-masing dari mereka juga akan merugi sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan tadi.

Nah, bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama) di mana pengelolaan investasinya diserahkan kepada sebuah perusahaan manajemen investasi inilah yang disebut dengan nama investasi Reksa Dana. Perusahaan Manajemen Investasi (selanjutnya kita sebut saja Manajer Investasi) inilah yang lalu akan melakukan investasi ke berbagai macam produk investasi seperti saham, deposito, surat utang, dan lain sebagainya. Reksa Dana sebetulnya merupakan cara yang baik untuk melakukan investasi, karena investasi Anda dikelola oleh tim pengelola investasi yang memang cakap dan (biasanya) berpengalaman.

Secara umum info tentang reksa dana bisa dilihat disini. http://www.infovesta.com/

Prioritaskan Kebutuhan

Prinsip pertama adalah pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Titik. Oleh karena itu prioritaskan lah kebutuhan kita. Kadang kita hanya melakukan pengeluaran sebatas hanya karena ’ingin’ bukan karena ’butuh’.

Oleh karena itu buatlah batasan-batasan pengeluaran dalam diri kita sendiri dan disiplin menjalankannya. Jangan sekali-kali membeli sesuatu barang hanya dikarenakan barang itu bagus dan diskon namun ternyata kita tidak membutuhkannya.

Pengeluaran Tak Terduga

Banyak sebagian dari kita belum bisa membedakan apakah transaksi yang tak terduga itu memang betul-betul penting atau tidak. Kadang kita lebih menuruti spontanitas saja (impulse buying) tanpa ada pemikiran jangka panjang.

Tidak semua pengeluaran yang sifatnya tidak terduga harus dituruti, pakai akal sehat jangan turuti nafsu belanja Anda.

Namun memang Pengeluaran Tak Terduga suatu saat pasti akan terjadi, contohnya biaya kesehatan rumah sakit dan harus digarisbawahi jangan membayar pengeluaran tak terduga ini dari pemasukan rutin kita, tetapi gunakan simpanan uang tunai yang kita miliki.

Bagaimana pada saat pengeluaran tak terduga terjadi kita belum memiliki uang tunai? Disinilah sebenarnya fungsi kartu kredit sebenarnya. Gunakanlah kartu kredit untuk pengeluaran tak terduga dan untuk membayarnya gunakan dari alokasi simpanan kita per bulannya tanpa mengganggu anggaran pengeluaran rutin kita.

 

Dari berbagai sumber.

 

One thought on “Perencanaan Keuangan : Tujuan Lo Apa? Butuh atau Pengen?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s