PHK sebuah solusi atau masalah baru?

wrong_terminate1Mungkin sudah menjadi suatu fenomena yang biasa terjadi bagi perusahaan-perusahaan yang ada saat ini apabila menghadapi suatu kondisi krisis seperti sekarang. Maka beberapa kebijakan Cost Reduction yang menyangkut masalah keuangan pun bermunculan.

Biasanya pihak manajemen melakukan langkah-langkah pengurangan biaya difokuskan kepada biaya operasional di mana di dalamnya juga tercantum biaya karyawan. Bahkan opsi yang lebih ekstrim lagi adalah melakukan pengurangan karyawan.

Hasilnya dalam jangka pendek mungkin akan terlihat signifikan, misalnya akhir tahun 2008, akan sangat terasa. Angka metriks dan rasio keuangan bisa dikelola dengan baik. Persediaan terjaga dengan baik. Piutang mampu dikelola dengan prima. Siklus operasi terjaga bagus. Pokoknya, buku perusahaan tampil dengan baik walau krisis melanda.

Lalu benarkah demikian? Apakah bisnis hanya sekedar angka tanpa mendeskripsikan proses bagaimana angka itu terjadi. Dan bagaimana pula implikasinya pada jangka menengah dan panjang ?

Dalam kondisi ini biasanya manajemen yang panik justru akan semakin menekan karyawannya dengan kebijakan-kebijakan ketatnya atas nama efisiensi dan peningkatan produktivitas kerja. Tak mau tahu target harus tetap dicapai, apapun caranya. Halal bukan ukuran. Pokoknya harus mencapai target. Pengeluaran harus diturunkan sampai batas minimal tapi target harus dicapai pada tingkat maksimal. Yang paling mengerikan kalau mengkaitkan pencapaian target pendek tiga bulan ini dengan pemotongan bonus besar-besaran. Lebih ngeri lagi kalau genderang PHK mulai dikumandangkan.

Dalam jangka pendek, gaya ekstrim seperti itu memang membuahkan hasil keuangan yang kelihatannya kuat. Tapi kalau mau jujur, pemimpin yang demikian itu mengorbankan masa depan hanya untuk memikirkan pencapaian hasil tahun ini. Mengorbankan eksistensi dan going concern perusahaan agar bonus dan kinerjanya tahun ini tetap terjaga.

Ingat, karyawan adalah HUMAN RESOURCES. Artinya bukan sekedar RESOURCES tapi juga HUMAN. Dalam keadaan krisis, tatkala penjualan perusahaan turun, produksi turun, karyawan kecillah yang menderita. Pendapatan mereka berkurang banyak karena lembur tiada lagi, insentif produksi menghilang namun pengeluaran rumah tangga mereka meningkat.

Sikap menghadapi krisis ini hendaklah masing-masing manajemen perusahaan tidak hanya mementingkan profitabilitas semata namun juga tetap menciptakan kebijakan yang memiliki unsur Human Spirit

Salah satu CEO yang mampu menyikapi hal ini dengan Human Spirit yang kuat adalah Chua Sock Koong, pimpinan Singtel. Naluri keibuannya membuat ia berani berujar:

“The current global financial crisis is unprecendented. A slowdown of the growth of the group’s businesses is expected. Singtel profit falls 12 % on overseas investments. The company will look to cut costs and has implemented a hiring freeze but isn’t looking to reduce headcount at this time’. As a business we continue to review operating efficiencies …. there could be redeployment of headcount across different businesses, staff cuts will be something we see as a last resort’.

disadur dari beberapa sumber portalhr.com

2 thoughts on “PHK sebuah solusi atau masalah baru?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s