belajar dari muallaf

ketika pagi tiba di kantor.. pak sigit seorang sahabat di kantor langsung bercerita.. pak indra.. tau gak kemaren saya melihat hal baru di rekayasa industri.. hah? apaan? tanya saya penasaran (masa di bulan ramadhan melihat sebuah penampakan??.. he) lalu dia bercerita bahwa beberapa hari sebelumnya.. ketika beliau sedang menanti berbuka puasa di masjid.. beliau melihat seseorang yang berbeda.. yup.. seorang tenaga kerja impor alias expat berkewarganegaraan jepang sedang duduk bersama karyawan yang lain dengan khidmat nya mendengarkan penceramah berdakwah menjelang berbuka.. 

kadang kala memang kita akan lebih terharu dan merasakan nuansa yang berbeda apabila melihat seseorang muallaf yang berani memilih dengan hati nuraninya untuk memeluk islam dibandingkan dengan kebanyakan orang indonesia yang memang terlahir dalam islam? karena dibalik proses tersebut seorang muallaf pasti banyak halangan dan tentangan yang menghadang dari lingkungan sekitarnya.. namun dengan kekuatan hati akan kebenaran-Nya beliau dengan ikhlas memilih jalan tersebut.. 

jadi teringat beberapa waktu yang lalu saya dikabari seorang sahabat SMA saya yang mengundang saya langsung untuk datang ke masjid sunda kelapa.. dan saya terkagum2 luar biasa bahwa ternyata itulah undangan buat teman2nya untuk menghadiri proses muallaf dirinya.. suatu kesempatan luar biasa yang mungkin tidak semua orang bisa melihat.. suatu fase memilih jalan seseorang dengan kekuatan hati dan kesadaran penuh dan bukan karena ikut2an..

kadang timbul perasaan malu melihat mereka yang telah memilih.. justru terkadang suka merasa tidak ada apa2 nya keimanan saya melihat mereka yang terus belajar mendalami apa yang telah dipilih.. sedangkan saya kadang sholat fardhu aja suka males.. gimana sholat sunnah? tau ilmu agamanya juga setengah2.. bahkan hanya sekedar dapat nilai bagus di sekolah tapi aplikasi nya NIHIL..

sudah sepatutnya yang sudah dilahirkan dalam islam bersyukur dan mau berkaca dari apa yang telah mereka lakukan.. untuk terus belajar dan tidak sekedar ikut2an..

sekedar informasi.. apabila ada seorang sahabat yang kebetulan seorang muallaf dari jepang yang ingin memperdalam tentang islam ternyata sudah ada web site berbahasa jepang-nya.. bisa langsung aja berselancar ke alamat di bawah ini..

http://www.islamhouse.com/s/10447

9 thoughts on “belajar dari muallaf

  1. ita berkata:

    ass..saya pny calon pendamping seorg muallaf jg..awal perkenalan say dgn dia beragama nasrani..2 bln stlh itu dia masuk islam..saya tdk bosan2nya utk mengingat dia utk jalani kewajibannya da sholat,samapai puasa..stlh 10 bln masuk islam bukan malah jalani islam dan baik,tp malah membentak2 saya,dan mengancam putus…hny doa yg bisa saya lakukan…yg saya tanyakan dimana ada lembaga yg bisa khusus memberikan pengajaran ttg islam bagi kaum muallaf?,dia ada di sby,sdng saya ada di hongkong.perlu diketahui dia ikrarnya di mesjid,sblm ikrar hny diberi wawasan dikit ttg islam,dia sendiri orngnya lbh tertutup.bila saya bnyk menjelaskan ke dia,dia sll merasa digurui.bagaimana solusinya?.makasih bantuannya.

  2. Indra Hadi berkata:

    waalaikumsalam..
    saya coba cari tau ya mbak..
    mungkin saya bisa bantu ke depannya..
    akan saya kabari langsung ke imel..

    atau mungkin temen2 ada yang bisa bantu?
    silakan berbagi..

  3. ass.
    mungkin langsung berkunjung saja ke
    http://www.mualaf.com
    atau bisa langsung datang ke masjid
    Masjid Al Hilaal (Masjid DDII Surabaya), Jl. Purwodadi Raya (tlp.031-3575337)

    tapi saran saya.. mba Ita harus meyakinkan diri bahwa pasangan Anda menjadi muallag memang ikhlas dari hati karena panggilan-Nya dan bukan semata2 hanya ingin merebut hati Anda.

    Karena jika memang semata2 hanya ingin merebut hati Anda maka segala upaya yang dilakukan untuk membuat dia menjadi lebih baik akan sia2. Akan lebih baik jika memang pasangan memeluk islam memang dari hati.

    Semoga dapat membantu..
    wassalam,

  4. yaie berkata:

    assalamu ‘alaikum wr. wb, mas indra….

    aku juga punya kisah yang sama, sudah 3 tahun aku jalani hubungan dengan laki-laki non muslim. aku sangat menyayanginya, dulu ia teman kerjaku.1 1/2tahun aku jalani masa pacaran sampai akhirnya di tahun kedua karena masalah ekonomi yang dihadapi keluarganya aku harus merelakan dia menikah dengan wanita pilihan orang tuanya..Waktu terus berjalan, kami berdua masih tetap berhubungan karena memang kami berdua masih sangat menyayangi satu sama lain dan kami selalu berdoa semoga Allah menyatukan kami kembali..Amin..Kami berniat untuk menikah namun karena perbedaan diantara kami masih menghalangi.. Dengan pengetahuan Islamku yang minim aku selalu mencoba menjawab semua pertanyaannya tentang Islam dan bagaimanan caranya beribadah yang benar..Sering aku merasa malu karena tidak dapat menjawab pertanyaan yanh ia ajukan..mungkin mas indra atau teman2 yang lain bisa membantu memberikan nasehat apa yang harus saya lakukan…

    wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s