perkasa raya

jiwa yang terlalu angkuh.. bak mentari yang merasa perkasa raya menggagahi hempasan padang pasir dan birunya lautan.. lupa akan hadirnya malam..

jiwa yang terlalu angkuh.. bak gejolak api merah yang menerkam tajam melahap segala.. tak tahu langit mendung menjelang..

jiwa yang terlalu angkuh.. bak pejantan tangguh bersayap yang sudah terbang jauh ke segala penjuru.. tak sadar belati suci telah menghantam dibalik jubahnya..

jiwa yang terlalu angkuh pun kembali jatuh tersungkur.. darah segar mengalir dari balik jubahnya.. perih..

seperti mentari menggigil diselimuti dinginnya malam.. seperti api yang mendesis disaat dihempas badai..
jiwa masih terlalu rapuh.. masih penuh cela.. nyanyian hatinya masih terlalu sumbang mengalunkan nada-nada cinta.. memberi sepi tiada bertepi..
jiwa yang tersadar rapuh tertatih mencoba segera mengusir perihnya belati suci.. jubahnya masih merah dari sisa darah yang mengalir.. tak digubrisnya.. tak ingin digantinya.. sekarang hanya ingin berlari tanpa sayap.. berdiri di atas bukit timah.. gagah.. tanpa angkuh..

rilis ulang blog friendster 03.12.07

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s