Arsip untuk ‘Aktualisasi Diri’ Kategori

segelas teh hangat dari pak supir

Selasa yang lalu di saat sore hari menjelang maghrib saya sedang dalam perjalanan dari kawasan Kalibata menuju WTC Sudirman untuk menjemput istriku di kantornya. Perjalanan cukup menyenangkan tidak semacet di saat bulan-bulan biasanya. Dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit akhirnya saya pun sampai ke tempat tujuan.
Masuk area parkir, setelah melalui pemeriksaan yang super ketat [...]

Continue reading »

Ada Bambu Melengkung (Lagi)

Gak kerasa udah satu taun lalu pernah posting tentang Bambu Melengkung dan sekarang kayaknya mau cerita lagi nih tentang bambu melengkung (lagi…?). Tahun lalu di rumah sibuk sang ibu sibuk mengekplorasi sekeliling komplek demi mencari sebuah bambu melengkung untuk lampion menyambut 17 agustus-an.
Tahun ini ada yang lain.. ya iya lah bambu melengkungnya udah disimpen di [...]

Continue reading »

untuk orang yang selalu mencaci tanpa aksi

Dua mata dua telinga satu mulut sebuah pertanda manusia sejati dituntut dua kali lebih banyak mendengar dituntut dua kali lebih banyak melihat dan lebih sedikit bicara. Manusia sejati mampu untuk menasihati bukan memarahi, manusia sejati dituntut untuk lebih mendengar bukan ingin selalu didengar, manusia sejati sedikit bertutur namun kaya makna.
Tentang mempertanyakan di mana sebuah kontribusi [...]

Continue reading »

SBY dan petani kerbau

Suatu hari seorang petani beserta anaknya berencana pergi dari desanya ke desa tetangga sejauh 15km. Sang petani beserta anaknya berangkat dengan menaiki kerbau kesayangan milik petani. Baru beberapa lama berjalan bertemulah mereka dengan seseorang kerabatnya.
Lalu sang kerabat berkata “Wahai petani, tidak kah kau kasihan melihat kerbau mu itu ditunggangi oleh dua orang..” Sang petani pun [...]

Continue reading »

berpindah relatif

Mungkin sering kita merenung sebenarnya esensi kita hidup untuk apa? Manusia selalu berharap untuk mendapatkan hari esok yang lebih baik minimal bagi dirinya sendiri. Dalam melihat hari esok manusia memiliki ribuan alasan, mulai dari sesuatu yang simpel sampai dengan sesuatu yang kompleks yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh manusia yang lain. Tapi semua memiliki kesamaan, [...]

Continue reading »

Antara Coblos, Contreng, dan Centang!

Akhir-akhir ini mungkin sudah tidak asing lagi kalo kita dengar kata ‘contreng’ menjelang pemilu Legislatif mendatang. Sekilas membaca artikel pada kompas.com hari ini, saya jadi penasaran sebenarnya ada gak sih kata ‘contreng’ dalam KBBI (kamus besar bahasa Indonesia).
Untunglah ternyata KBBI ini tersedia dalam jaringan secara online, jadi gak perlu deh tuh cari kamus yang tebel [...]

Continue reading »

JK Capres : atas nama bangsa atau…

sekali-kali pengen ngebahas politik ah.. sabtu ini saya sempet nonton wawancara eksklusif metro TV yang dibawakan oleh najwa shihab dengan Jusuf Kalla. Di mana topik yang dibahas adalah mengenai seputar kesiapan Jusuf Kalla untuk maju dalam ajang pencalonan presiden..
Dari apa yang beliau katakan bahwa keputusan JK ‘bercerai’ dengan SBY dan maju menjadi capres adalah merupakan [...]

Continue reading »

IBSN: malaikat pun juga [tidak] tahu

Mati. Meninggal. Tewas.. Kata2 yang memiliki kesamaan arti dan makna, memiliki kesamaan menghantarkan kesedihan dan duka. Mendengar kata2 itu membuat kadang hati kita bergidik. Kita pun tidak akan pernah tahu kapan kita akan dijemput… Dan kita gak pernah yakin apakah diri ini sudah siap menghadapinya..
Pagi ini, sebagai seorang karyawan HR di kantor cukup menyedihkan memperoleh [...]

Continue reading »

menghargai sebuah kepercayaan

hari ini saya belajar satu hal.. bahwa kepercayaan itu mahal, kenapa mahal? karena kepercayaan yang tumbuh akan kemudian runtuh sesaat ketika seseorang menganggapnya remeh.. entah itu teman kita.. sahabat kita.. bahkan saudara kita sendiri.. saya adalah manusia yang selalu berusaha menjadi makhluk pemaaf..
tapi ketika niat baik saya dibalas dengan kemunafikan dan janji muluk.. saya seketika [...]

Continue reading »

bendera setengah tiang untuk sahabat…

maaf sahabat.. kedua tanganku tak mampu menghapus kegalauan hatimu.. maaf sahabat.. pundakku tak mampu menopang kepalamu yang tetunduk sendu.. maaf sahabat.. hadirku tak mampu membantu dirimu terlupa untuk merindunya..
kehilangan hanyalah sebuah belok ke kanan dari sebuah jalan lurus yang terhalang.. kamu hanya perlu sedikit berjalan lebih jauh.. dan di sana pasti ada kami.. para sahabatmu [...]

Continue reading »