Suatu hari seorang petani beserta anaknya berencana pergi dari desanya ke desa tetangga sejauh 15km. Sang petani beserta anaknya berangkat dengan menaiki kerbau kesayangan milik petani. Baru beberapa lama berjalan bertemulah mereka dengan seseorang kerabatnya.
Lalu sang kerabat berkata “Wahai petani, tidak kah kau kasihan melihat kerbau mu itu ditunggangi oleh dua orang..” Sang petani pun akhirnya berjalan kaki dan membiarkan anaknya menaiki kerbau tersebut.
Tak lama berjalan, sang petani kemudian petani betemu dengan kerabatnya yang lain.
Sang kerabat itu berkata lain “Wahai petani, kamu sudah terlalu tua, seharusnya kamu yang menunggangi kerbau itu..”Akhirnya sang petani pun menaiki kerbau dan membiarkan sang anak yang berjalan kaki.
Setelah lama berjalan, sang petani akhirnya bertemu kerabat yang lainnya lagi.
Sang kerabat pun berkata lain, “Wahai petani, mengapa kamu tega membiarkan anakmu berjalan sedangkan kamu menaiki kerbau itu..”
Seseorang dalam mengambil keputusan apapun keputusan itu pastilah selalu tidak dapat memuaskan semua orang.Yang diperlukan hanya lah pilih salah satu keputusan yang menurut kita terbaik dan jalani dengan sungguh-sungguh.
Konsisten dan penuh tanggung jawab terhadap apa yang kita pilih.
SBY – dalam acara talkshow “Harus Bisa” TransTV beberapa waktu lalu –






Posted by utie on Mei 16, 2009 at 10:46 am
nice remarks, Ndra
*eh, berhubung aku nggak nongton, akhirnya siapa yang naik kerbaunya?*
Posted by guskar on Mei 26, 2009 at 7:55 am
knp kerbau pak, bukan si banteng moncong putih ?
Posted by fachri on Juni 19, 2009 at 7:34 am
boleh lah…
Posted by Dhani on Juni 22, 2009 at 3:58 pm
ini pasti yang bercerita SBY, itulah dia si peragu, bercerita pun ragu2, antara siapa yang naik kerbau, kerbau dinaikan apa tidak, lambat kali, kapan akan sampainya, memang “LEBIH CEPAT LEBIH BAIK”, Yeaaah……hahahaha