Berita gak enak baru aja saya baca dari portalhr.com bahwa ternyata berdasarkan data yang ada hampir 60% lulusan perguruan tinggi menganggur. Hal ini semakin diperparah dengan kondisi resesi ekonomi saat ini yang mulai mengindikasikan tidak adanya penambahan karyawan baru atau bahkan banyak perusahaan yang sudah melakukan pengurangan karyawan. Huhuhuhu.. amit.. amit.
Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Erlangga Satriagung di Surabaya, Rabu (14/1) lapangan kerja rata-rata hanya menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi. Bahkan, beberapa tahun ke depan diperkirakan daya serap itu menurun karena pengaruh resesi ini.
Jumlah lulusan perguruan tinggi baik program diploma maupun sarjana lebih dari 300.000 orang per tahun. Adapun jumlah mahasiswa vokasi perguruan tinggi negeri dan swasta pada 2005 sebanyak 838.795 orang, pada 2006 menjadi 1.256.136 orang dan 2007 turun menjadi 979.374 orang.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Priyo Suprobo mengatakan, kondisi itu memang ada benarnya. Hal itu terutama terjadi pada program akademis. ”Sebaliknya untuk pendidikan vokasi seperti politeknik justru kekurangan lulusan untuk disalurkan ke dunia kerja,” ungkap dia.
Karena itu, disarankan, sudah seharusnya pemerintah lebih memerhatikan pendidikan vokasi. Pemerintah harus berani memberi anggaran lebih besar untuk pendidikan vokasi. ”Penyelenggaraan pendidikan vokasi butuh dana besar, terutama untuk praktikum mahasiswa agar terampil,” kata Priyo seperti dikutip Kompas.
semoga para pencari kerja saat ini dapat memiliki bekal lain selain apa yang selama ini dipelajari selama kuliah.. terutama memiliki softskill yang baik ditambah dengan kemampuan yang kreatif dan berwirausaha.. tetap semangat..






Posted by kahfinyster on Februari 17, 2009 at 8:11 pm
hmm,,ternyata pendidikan tinggi bukan jaminan,,
kita harus punya skill yg lain,,
o iye,,ikut 3rd IBSN Blog Award yuk,,daftarin aja artikelnya di sini,,pendaftaran kita tutp tanggal 25 maret jam 23.59,,
keterangan lebih lanjut bisa diliat di sini,,dan syarat artikel bisa dibaca di sini,,
IBSN,,berbagi,tak pernah rugi,,
by, komporizer#6,,kahfinyster,,
Posted by Leo Kusuma on Februari 18, 2009 at 1:03 am
Sulit rasanya mau merubah cara pandang masyarakat terdidik untuk tidak lagi selalu menganggap perguruan tinggi sebagai jalur satu-satunya meneruskan jenjang pendidikan. Ada baiknya menengok ke pendidikan yang lebih berorientasi untuk penciptaan lapangan kerja. Selain lebih murah, tidak lama masa studinya, hasilnya pun bisa langsung diterapkan di pekerjaan.
Posted by BAE on Februari 18, 2009 at 11:39 am
Wirausaha adalah salah satu solusi jitu untuk mengentaskan pengangguran di negeri ini. Semoga keadaan seperti ini tidak terus berlarut-larut. Semoga.
Posted by daniels on Februari 19, 2009 at 5:30 pm
Bagi saya yang penting Semangat!! Saya yakin, Tuhan tidak tidur…
Posted by 3gitar on Februari 23, 2009 at 9:33 am
Hmm.., berarti ngga jadi cepet2 lulus nih, biar masih ada status mahasiswanya. Hehehe.
Posted by Masdills on Maret 1, 2009 at 10:11 pm
sMoga berita ini tidak benar
heheee….
Posted by colonelrifky on April 3, 2009 at 9:51 am
InsyaAllah berita ini salah dan diragukan kevalidannya.
Saya sendiri kebetulan alhamdulillah bukan termasuk dari 60% golongan tersebut.
InsyaAllah dengan skill dan pendidikan selama di Perguruan tinggi membuat para sarjana, pascasarjana bisa mencari peluang lain, selain cuma jadi pegawai.
Met kenal dengan pemilik blog ini.
link blog saya y:
http://www.colonelrifky.wordpress.com
Posted by adek on Oktober 25, 2009 at 5:40 pm
Memang harus pandai2 memilih perguruan tinggi, namun semuanya tergantung pribadinya masing-masing sih. Yang jelas jangan hanya mengantungkan pada perkuliahan di kelas atau materi dari dosen saja untuk mengembangkan diri. Justru kita harus banyak memanfaatkan waktu di luar kelas yang durasinya lebih banyak
Asal jangan salah gaul saja hehehe