sudah sering dia terdiam sendiri di kamarnya yang sesak penuh asap bara rokok yang memenuhi langit.. tapi malam itu ada kisah tak biasa..
kali ini dirinya benar-benar sendiri.. dan hatinya pun telah kosong.. cahaya telah melesap gelap.. hanya rasa pedih menyisakan di kamarnya..
ketika tangis sudah terlalu lelah untuk mendampingi dirinya.. dia masih terus terdiam meratap sendiri.. merenung beku diri yang divonis mati tanpa nyali tuk berjuang..
sudah suatu takdir ketika sendiri merupakan sahabat sejati diri.. tanpa harus ada rasa sesal yang timbul.. karena itu hanya satu puing kisah yang harus dijalani.. akan menemaninya di esok pagi ketika matahari mulai berani menyinari..





