11
Des
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri, Tentang Dunia, tombo ati. Ditandai:bersyukur, gede prama, hidup, humanis, kebahagiaan, makna hidup, motivasi, motivator, renungan, Sukses. 1 Komentar
Hormati gurumu.. sayangi teman..
itulah tandanya kau murid budiman..
Sebuah cuplikan lagu sederhana yang sering kita senandungkan sewaktu kecil, dibalik kesederhanaan lirik lagu tersebut ternyata tersimpan makna luar biasa di dalamnya. Hal ini baru saya sadari ketika sang motivator kenamaan, Gede Prama diundang ke kantor saya untuk memberikan sedikit pencerahan. Sebelum bercerita tentang makna lagu tersebut ijinkan saya memaparkan sosok Gede Prama dari mata saya pribadi.
Gede Prama seorang motivator yang sangat-sangat rendah hati. Sosoknya humanis, dan dari auranya sepertinya beliau sudah menemukan kedamaian di dalam hatinya. Mendengar beliau berbicara seperti mendengarkan seorang ayah yang sedang menasihati anaknya dalam kelemahlembutan. Sosok beliau menggambarkan pribadi yang selalu bersyukur terhadap segala apa yang telah terjadi baik itu perih maupun kebahagiaan.
Lanjutkan membaca
11
Des
Oleh Indra Hadi pada Tentang Dunia. Ditandai:2009, Indonesia, Laos, medali, Nasional, Olahraga, peluang, SEA Games, sejarah, Sport, Vientiane. Tinggalkan sebuah Komentar

SEA GAMES 2009, Laos
Entah memiliki keterkaitan, namun kondisi olah raga nasional kita ternyata sama terpuruknya dengan kondisi Indonesia pada umumnya. Hal ini sudah terlihat pada babak awal pertandingan sepak bola SEA Games 2009 di Vientiane, Laos dengan dibantainya timnas sepak bola Indonesia U-23 1-3 oleh Laos, di mana sepanjang sejarah persepakbolaan Indonesia tidak pernah kalah dari Laos. Bahkan di pertandingan terakhir timnas kita kembali kalah oleh Myanmar dan duduk sebagai juru kunci group.
Sampai tulisan ini dibuat posisi Indonesia berada di posisi ke-4 dengan 5 medali emas dan 10 perunggu. Lima medali emas Indonesia diawali dari kayuhan sepeda Risa Susanty yang berlaga di nomor downhill putri. Ia menjadi yang terbaik di nomor ini sekaligus peraih medali emas pertama Indonesia setelah mencatat waktu 3 menit 13,22 detik. Torehan waktunya ini memupus ambisi dua atlet Thailand Ausanee Pradupyard dan Deekabalies Vipavee yang harus puas di urutan kedua dan ketiga dengan waktu 3:16.53 dan 13:16,76.
Sukses Risa diikuti Popo Ariyo Sejati yang berlaga di dowwnhill putra. Ia berhak atas torehan medali emas setelah mencatat waktu 2:49,45 disusul Tanaphon Jarupeng dan Kekkaemanee Sitichai keduanya dari Thailand yang mencatat waktu 2:50.84 dan 2:53,92.
Lanjutkan membaca
10
Des
Oleh Indra Hadi pada Tentang Dunia. Ditandai:andre hirata, ariel, film, laskar pelangi, mira lesmana, movie, peter pan, riri rza, Sang Pemimpi. & Komentar
Setelah sukses dengan peluncuran Laskar Pelangi versi layar lebar rupanya Mira Lesmana bersama Riri Riza mencoba kembali menterjemahkan novel karya Andrea Hirata lainnya yaitu Sang Pemimpi ke dalam bentuk film. Dari informasi yang saya baca ternyata Mira Lesmana sudah membeli hak cipta tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata untuk difilmkan.
Pembuatan film Sang Pemimpi ini sudah dimulai sejak Juni 2009. Setelah sukses mengumpulkan hampir mencapai 4,6 juta penonton pada film Laskar Pelangi kini Sang Pemimpi dijadwalkan akan tayang di 17 Desember 2009 di bioskop. Lalu kira2 siapa pemain Laskar Pelangi yang masih bermain untuk film Sang Pemimpi ini? Ternyata Lukman Sardi masih bermain sebagai Ikal dewasa, kemudian Mathias Muchus dan Rieke Dyah Pitaloka juga masih berperan sebagai orang tua ikal.
Yang baru dari film Sang Pemimpi adalah ketiga pemeran utama yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron adalah aseli orang Belitong. Dan yang paling menarik adalah yang berperan sebagai Arai dewasa adalah Nazril Irham alias Ariel Peter Pan. Hehe.. Penasaran akting nya.. semoga tidak mengecewakan tentunya yah. Mengenai lokasi pembuatan film nya sendiri 80% pembuatan masih dilakukan di Belitong dan sisanya adalah di Bogor.
Lanjutkan membaca
3
Sep
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri, Tentang Dunia. Ditandai:Berbagi, bersyukur, buka puasa, pak supir, puasa, ramadhan, teh hangat. & Komentar

berbagi tak pernah rugi
Selasa yang lalu di saat sore hari menjelang maghrib saya sedang dalam perjalanan dari kawasan Kalibata menuju WTC Sudirman untuk menjemput istriku di kantornya. Perjalanan cukup menyenangkan tidak semacet di saat bulan-bulan biasanya. Dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit akhirnya saya pun sampai ke tempat tujuan.
Masuk area parkir, setelah melalui pemeriksaan yang super ketat semenjak bom Marriott 2 akhirnya saya pun memperoleh tempat parkir cukup mudah yang memang agak lowong saat itu.. mungkin memang karyawan lain sudah banyak yang sudah pulang ya.. berhubung maghrib tinggal sekitar beberapa menit lagi. Turun dari mobil saya pun berencana untuk mencari tempat untuk membeli makanan bukaan sekedarnya untuk batalin puasa.. tapi tau sendiri WTC Sudirman.. celingak celinguk kiri kanan yang ada di sekitarnya hanya ada Izzi Pizza, Starbucks, Solaria.. hehe.. kayaknya kalo mampir kesana itu mah bukan buka puasa sekedarnya yah..
Lanjutkan membaca
22
Agu
Oleh Indra Hadi pada Tentang Dunia. Ditandai:hidangan, kesehatan, kuliner, makanan, puasa, ramadhan. & Komentar

Hidangan Kolak Ramadhan
Setiap bulan Ramadan, hampir sebagian besar pusat jajanan menyediakan kolak. Panganan yang terbuat dari bahan santan, gula merah, sagu, dan pisang itu dijadikan sebagai menu berbuka puasa.
Tapi, banyak ahli yang mengatakan, kolak bukanlah makanan yang sehat sebagai menu berbuka puasa. Mengapa? Karena kolak mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi dan tak mudah dicerna, sehingga membuat pencernaan kita, yang selama 14 jam menahan lapar dan haus karena puasa, akan kaget.
Akan lebih baik jika berbuka puasa cukup minum air putih dan makan kurma, seperti anjuran Nabi Muhammad SAW.
Meskipun kandungan gula kurma sama-sama tinggi, karbohidrat yang dikandungnya mudah dicerna tubuh. Selain itu, air putih akan mendinginkan suhu tubuh yang panas akibat seharian berpuasa, sekaligus membersihkan saluran pencernaan.
Lanjutkan membaca
21
Agu
Oleh Indra Hadi pada Human Resource, tombo ati. Ditandai:bahagia, bersyukur, ceria, hidup, hr, humanika, mengeluh, pelajaran, people, perasaan, syukur, tantangan. & Komentar

bersyukurlah
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya. Kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Lanjutkan membaca
21
Agu
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:indra hadi, Indonesia, pernikahan, lampion, merdeka, bambu, perumahan, janur kuning, Maya Syafira. & Komentar

Lokasi : Pantai Romodong, Belinyu - Bangka
Gak kerasa udah satu taun lalu pernah posting tentang Bambu Melengkung dan sekarang kayaknya mau cerita lagi nih tentang bambu melengkung (lagi…?). Tahun lalu di rumah sibuk sang ibu sibuk mengekplorasi sekeliling komplek demi mencari sebuah bambu melengkung untuk lampion menyambut 17 agustus-an.
Tahun ini ada yang lain.. ya iya lah bambu melengkungnya udah disimpen di gudang dari satu tahun yang lalu jadi sekarang gak ribet lagi deh tuh buat nyari bambu lagi. Tahun ini disamping bambu melengkung buat lampion ada bambu lain yang melengkung juga (loh?).. Bambu ini bukan buat lampion tapi dihiasi dengan janur kuning.
Lanjutkan membaca
24
Jun
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:caci, egois, emosi, hidup, kontribusi, leadership, makna, manusia, penilaian, sejati. & Komentar
Dua mata dua telinga satu mulut sebuah pertanda manusia sejati dituntut dua kali lebih banyak mendengar dituntut dua kali lebih banyak melihat dan lebih sedikit bicara. Manusia sejati mampu untuk menasihati bukan memarahi, manusia sejati dituntut untuk lebih mendengar bukan ingin selalu didengar, manusia sejati sedikit bertutur namun kaya makna.
Tentang mempertanyakan di mana sebuah kontribusi harus dimaknai . Saat ini mimpi hanyalah masa lalu, yang ada hanya terus berlari dan memberikan yang terbaik untuk sedikit melepas dahaga. Tapi penilaian hanya lahir atas apa yang belum digapai tanpa memaknai segala upaya untuk lainnya yang telah selesai dicapai. Sulitkah untuk terucap sebuah penghargaan? Sulitkah untuk terucap kalimat motivasi tanpa emosi?
untuk orang yang selalu mencaci tanpa aksi..
14
Mei
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:Indonesia, kerbau, keyakinan, konsisten, petani, pilihan, presiden, resiko, SBY. & Komentar
Suatu hari seorang petani beserta anaknya berencana pergi dari desanya ke desa tetangga sejauh 15km. Sang petani beserta anaknya berangkat dengan menaiki kerbau kesayangan milik petani. Baru beberapa lama berjalan bertemulah mereka dengan seseorang kerabatnya.
Lalu sang kerabat berkata “Wahai petani, tidak kah kau kasihan melihat kerbau mu itu ditunggangi oleh dua orang..” Sang petani pun akhirnya berjalan kaki dan membiarkan anaknya menaiki kerbau tersebut.
Tak lama berjalan, sang petani kemudian petani betemu dengan kerabatnya yang lain.
Sang kerabat itu berkata lain “Wahai petani, kamu sudah terlalu tua, seharusnya kamu yang menunggangi kerbau itu..”Akhirnya sang petani pun menaiki kerbau dan membiarkan sang anak yang berjalan kaki.
Lanjutkan membaca
14
Mei
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:cinta, doa, fakta, harapan, keraguan, ketakutan, langkah, mimpi. Tinggalkan sebuah Komentar
Mungkin sering kita merenung sebenarnya esensi kita hidup untuk apa? Manusia selalu berharap untuk mendapatkan hari esok yang lebih baik minimal bagi dirinya sendiri. Dalam melihat hari esok manusia memiliki ribuan alasan, mulai dari sesuatu yang simpel sampai dengan sesuatu yang kompleks yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh manusia yang lain. Tapi semua memiliki kesamaan, semua harus bergerak dari satu titik awalan dan berpindah relatif mendekati segala tujuannya.
Dalam setiap langkah yang kita tempuh, dibalik segala harapan dan mimpi2 yang kita bangun mungkin tersimpan ketakutan yang sering mengusik. Ketakutan yang hadir membuat kita terhambat dalam melangkah atau bahkan menghadang segala mimpi yang ingin kita raih. Dari ketakutan timbul-lah keraguan dan luntur lah segala hasrat dan keyakinan kita untuk melangkah.
Lanjutkan membaca
komentar