3
Sep
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri, Tentang Dunia. Ditandai:Berbagi, bersyukur, buka puasa, pak supir, puasa, ramadhan, teh hangat. 3 Tanggapan

berbagi tak pernah rugi
Selasa yang lalu di saat sore hari menjelang maghrib saya sedang dalam perjalanan dari kawasan Kalibata menuju WTC Sudirman untuk menjemput istriku di kantornya. Perjalanan cukup menyenangkan tidak semacet di saat bulan-bulan biasanya. Dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit akhirnya saya pun sampai ke tempat tujuan.
Masuk area parkir, setelah melalui pemeriksaan yang super ketat semenjak bom Marriott 2 akhirnya saya pun memperoleh tempat parkir cukup mudah yang memang agak lowong saat itu.. mungkin memang karyawan lain sudah banyak yang sudah pulang ya.. berhubung maghrib tinggal sekitar beberapa menit lagi. Turun dari mobil saya pun berencana untuk mencari tempat untuk membeli makanan bukaan sekedarnya untuk batalin puasa.. tapi tau sendiri WTC Sudirman.. celingak celinguk kiri kanan yang ada di sekitarnya hanya ada Izzi Pizza, Starbucks, Solaria.. hehe.. kayaknya kalo mampir kesana itu mah bukan buka puasa sekedarnya yah..
Lanjutkan membaca
22
Agu
Oleh Indra Hadi pada Tentang Dunia. Ditandai:hidangan, kesehatan, kuliner, makanan, puasa, ramadhan. 5 Tanggapan

Hidangan Kolak Ramadhan
Setiap bulan Ramadan, hampir sebagian besar pusat jajanan menyediakan kolak. Panganan yang terbuat dari bahan santan, gula merah, sagu, dan pisang itu dijadikan sebagai menu berbuka puasa.
Tapi, banyak ahli yang mengatakan, kolak bukanlah makanan yang sehat sebagai menu berbuka puasa. Mengapa? Karena kolak mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi dan tak mudah dicerna, sehingga membuat pencernaan kita, yang selama 14 jam menahan lapar dan haus karena puasa, akan kaget.
Akan lebih baik jika berbuka puasa cukup minum air putih dan makan kurma, seperti anjuran Nabi Muhammad SAW.
Meskipun kandungan gula kurma sama-sama tinggi, karbohidrat yang dikandungnya mudah dicerna tubuh. Selain itu, air putih akan mendinginkan suhu tubuh yang panas akibat seharian berpuasa, sekaligus membersihkan saluran pencernaan.
Lanjutkan membaca
21
Agu
Oleh Indra Hadi pada Human Resource, tombo ati. Ditandai:bahagia, bersyukur, ceria, hidup, hr, humanika, mengeluh, pelajaran, people, perasaan, syukur, tantangan. 2 Tanggapan

bersyukurlah
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya. Kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Lanjutkan membaca
21
Agu
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:indra hadi, Indonesia, pernikahan, lampion, merdeka, bambu, perumahan, janur kuning, Maya Syafira. 2 Tanggapan

Lokasi : Pantai Romodong, Belinyu - Bangka
Gak kerasa udah satu taun lalu pernah posting tentang Bambu Melengkung dan sekarang kayaknya mau cerita lagi nih tentang bambu melengkung (lagi…?). Tahun lalu di rumah sibuk sang ibu sibuk mengekplorasi sekeliling komplek demi mencari sebuah bambu melengkung untuk lampion menyambut 17 agustus-an.
Tahun ini ada yang lain.. ya iya lah bambu melengkungnya udah disimpen di gudang dari satu tahun yang lalu jadi sekarang gak ribet lagi deh tuh buat nyari bambu lagi. Tahun ini disamping bambu melengkung buat lampion ada bambu lain yang melengkung juga (loh?).. Bambu ini bukan buat lampion tapi dihiasi dengan janur kuning.
Lanjutkan membaca
24
Jun
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:leadership, makna, hidup, manusia, egois, emosi, caci, kontribusi, sejati, penilaian. 2 Tanggapan
Dua mata dua telinga satu mulut sebuah pertanda manusia sejati dituntut dua kali lebih banyak mendengar dituntut dua kali lebih banyak melihat dan lebih sedikit bicara. Manusia sejati mampu untuk menasihati bukan memarahi, manusia sejati dituntut untuk lebih mendengar bukan ingin selalu didengar, manusia sejati sedikit bertutur namun kaya makna.
Tentang mempertanyakan di mana sebuah kontribusi harus dimaknai . Saat ini mimpi hanyalah masa lalu, yang ada hanya terus berlari dan memberikan yang terbaik untuk sedikit melepas dahaga. Tapi penilaian hanya lahir atas apa yang belum digapai tanpa memaknai segala upaya untuk lainnya yang telah selesai dicapai. Sulitkah untuk terucap sebuah penghargaan? Sulitkah untuk terucap kalimat motivasi tanpa emosi?
untuk orang yang selalu mencaci tanpa aksi..
14
Mei
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:Indonesia, kerbau, keyakinan, konsisten, petani, pilihan, presiden, resiko, SBY. 4 Tanggapan
Suatu hari seorang petani beserta anaknya berencana pergi dari desanya ke desa tetangga sejauh 15km. Sang petani beserta anaknya berangkat dengan menaiki kerbau kesayangan milik petani. Baru beberapa lama berjalan bertemulah mereka dengan seseorang kerabatnya.
Lalu sang kerabat berkata “Wahai petani, tidak kah kau kasihan melihat kerbau mu itu ditunggangi oleh dua orang..” Sang petani pun akhirnya berjalan kaki dan membiarkan anaknya menaiki kerbau tersebut.
Tak lama berjalan, sang petani kemudian petani betemu dengan kerabatnya yang lain.
Sang kerabat itu berkata lain “Wahai petani, kamu sudah terlalu tua, seharusnya kamu yang menunggangi kerbau itu..”Akhirnya sang petani pun menaiki kerbau dan membiarkan sang anak yang berjalan kaki.
Lanjutkan membaca
14
Mei
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri. Ditandai:cinta, doa, fakta, harapan, keraguan, ketakutan, langkah, mimpi. Tinggalkan sebuah Komentar
Mungkin sering kita merenung sebenarnya esensi kita hidup untuk apa? Manusia selalu berharap untuk mendapatkan hari esok yang lebih baik minimal bagi dirinya sendiri. Dalam melihat hari esok manusia memiliki ribuan alasan, mulai dari sesuatu yang simpel sampai dengan sesuatu yang kompleks yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh manusia yang lain. Tapi semua memiliki kesamaan, semua harus bergerak dari satu titik awalan dan berpindah relatif mendekati segala tujuannya.
Dalam setiap langkah yang kita tempuh, dibalik segala harapan dan mimpi2 yang kita bangun mungkin tersimpan ketakutan yang sering mengusik. Ketakutan yang hadir membuat kita terhambat dalam melangkah atau bahkan menghadang segala mimpi yang ingin kita raih. Dari ketakutan timbul-lah keraguan dan luntur lah segala hasrat dan keyakinan kita untuk melangkah.
Lanjutkan membaca
15
Apr
Oleh Indra Hadi pada Tentang Dunia. Ditandai:2009, caleg, DPR, legislatif, pemilu. 3 Tanggapan
Dalam dua hari terakhir ini, media massa seantero negeri mulai banyak menceritakan mengenai ulah para caleg yang diprediksikan gagal mendapatkan kursi pada pemilu legislatif 09 April 2009 yang lalu. Mulai dari yang jatuh sakit, meninggal, stress sampai harus dibawa ke rumah sakit jiwa, sampai yang paling ekstrem menarik kembali sumbangan yang telah mereka berikan kepada calon pemilihnya. Mereka mencabuti sumbangan tiang listrik, karpet untuk pengajian atau pun menyegel sekolah, sampai menarik organ untuk grup kasidah.
Emosi yang terkesan berlebihan yang ditumpahkan para caleg karena semua mimpi-mimpinya untuk meraih kekuasaan harus gagal di tengah jalan. Fenomena yang nampak saat ini mungkin disebabkan karena para caleg tersebut memang belum memiliki pengalaman berpolitik dan hanya mengejar segala fasilitas yang diberikan, kompensasi ekonomi, dan juga kekuasaan nyaris tanpa batas ketika menjadi caleg kelak.
Motifnya bukan pengabdian tetapi meraih kekuasaan dan diyakini dengan kekuasaan bisa berbuat apa saja. Tidak salah mimpi seperti itu. Mimpi itu terbentuk karena perilaku anggota DPR, DPRD dan DPD sebelumnya di mana gaya hidup mereka berubah cepat dan pesat. Yang tidak punya rumah bisa buat rumah gedongan, mobilnya banyak, tanah di mana-mana.
Mungkin ini salah satu bukti motif pengabdian kepada rakyat telah tergerus oleh mimpi indahnya kekuasaan..
6
Apr
Oleh Indra Hadi pada Aktualisasi Diri, Tentang Dunia. Ditandai:bahasa, baik, benar, caleg, centang, coblos, contreng, kampanye, kamus, kata, KBBI, legislatif, pemilu. 1 Tanggapan
Akhir-akhir ini mungkin sudah tidak asing lagi kalo kita dengar kata ‘contreng’ menjelang pemilu Legislatif mendatang. Sekilas membaca artikel pada kompas.com hari ini, saya jadi penasaran sebenarnya ada gak sih kata ‘contreng’ dalam KBBI (kamus besar bahasa Indonesia).
Untunglah ternyata KBBI ini tersedia dalam jaringan secara online, jadi gak perlu deh tuh cari kamus yang tebel di perpustakaan. Lalu dengan penuh keingintahuan saya ketikkanlah kata ‘contreng’, dan ternyata tidak ada kata ‘contreng’ dalam kamus kita.
Lalu, apa dong yang sebenarnya paling pas untuk menggantikan kata ‘contreng’ sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Ternyata sebenarnya ada kata yang lebih pas berdasarkan KBBI, yaitu adalah “centang”. Kita lihat nih definisi-nya..
cen·tang /céntang/ n tanda koreksi, bentuknya spt huruf v atau tanda cawang;
men·cen·tang v membubuhi coretan dsb pd tulisan (sbg peringatan)
Mungkin ada baiknya ajang kampanye pemilu tidak hanya mendidik rakyat untuk pandai dalam berpolitik saja dengan tidak memperhatikan kaidah-kaidah berbahasa. Jadi ayo sukseskan Pemilu dengan mencontreng mencentang!
2
Apr
Oleh Indra Hadi pada Tentang Dunia. Ditandai:2009, Capres, Cawapres, Demokrat, Golkar, Hidayat Nur Wahid, Megawati, PDIP, pemilu, PKS, Prabowo, presiden, RI, SBY, Wiranto. 6 Tanggapan
mungkin apa yang ada di kepala para petinggi-petinggi politik kita 3 – 4 bulan ke depan adalah khayalan2 indah dan selalu berandai jika dirinya menjadi seorang presiden RI. Seperti Megawati yang sepertinya masi penasaran pengen nyoba lagi, Prabowo dengan sayap Gerindra nya yang gila-gilaan kampanye nya, lalu juga gak kalah Om Soetrisno Bachir dengan barisan artis-nya.
Lain juga Hanura dengan iklan pojok kiri atasnya yang coba majuin pejuang paruh baya sang jenderal Wiranto. Lain Hanura lain juga Golkar yang sukses ‘menceraikan’ duet maut SBY-JK dengan mencoba mengusung sang nomor dua saat ini Jusuf Kalla menjadi Presiden. Belum lagi yang lainnya seperti sang presiden saat ini SBY, Hidayat Nur Wahid, Sultan HB X, Rizal Ramli, sampai baru2 ini sang Naga Bonar, Dedy Mizwar.
Kalo diitung secara kasar nih mungkin ada sekitar 10 orang lebih yang berniat untuk maju jadi presiden. Padahal berdasarkan peraturan yang ada bahwa yang berhak mengajukan capres dan cawapres adalah partai dan atau koalisi partai yang mencapai minimal 20% suara di DPR. Jadi maksimal nanti hanya ada 5 pasangan (prediksi saya hanya 3 atau 4 pasang) yang bakal bertarung di arena pemilihan capres dan cawapres.
Lanjutkan membaca
komentar